Definisi Assessmen Center
ASSESSMENT CENTRE
Definisi Asesmen Center Sebelum menjelaskan
mengenai apa itu asesmen center, terlebih dahulu perlu dipahami mengenai
definisi dari asesmen itu sendiri. Asesmen (pengukuran) adalah suatu kegiatan
atau proses mengidentifikasi atau mengumpulkan fakta, data, evidence, kemudian
membandingkan fakta tersebut terhadap suatu parameter atau ukuran, Asesmen
center adalah suatu proses, prosedur atau metode pendekatan untuk menilai dan
mengukur KOMPETENSI seseorang atau karyawan di suatu perusahaan.
Definisi lain
menjelaskan bahwa asesmen center
adalah suatu proses penilaian (evaluating)
atau rating yang canggih dan didesain secara khusus untuk meminimalkan
kemungkinan timbulnya penyimpangan (bias), sehingga setiap individu dalam
proses ini memperoleh kesempatan setara yang seluas-luasnya untuk mengungkapkan
potensi maupun kompetensinya dalam seperangkat metode asesmen atau evaluasi
yang terstandarisasi.
Menurut Bambang Rosihan
(dalam Yodhi, 2009), yang mengatakan bahwa asesmen
center adalah suatu metoda penilaian yang digunakan untuk menilai dan
mengevaluasi kapasitas seseorang secara komprehensif berdasarkan
kriteria-kriteria tertentu yang ditetapkan secara sistematis dari hasil
analisis pekerjaan, sehingga diharapkan hasil yang diperoleh mampu
menggambarkan kriteria spesifik sesuai yang dituntut oleh persyaratan jabatan
yang ada.
Dapat disimpulkan
bahwa, asesmen center merupakan suatu metoda untuk mengidentifikasi kompetensi
atau kemampuan manajerial seseorang dalam melaksanakan tugas-tugasnya di masa
yang akan datang yang pengukurannya dilakukan melalui penggunaan sejumlah
simulasi yang dapat mengukur kemampuan manajerial dikaitkan dengan kriteria
keberhasilan pelaksanaan tugas.
Dalam
proses Asesmen center, terdapat beberapa istilah yaitu asesor dan assese.
Asesor adalah individu
terlatih yang bertugas untuk mengamati, merekam, mengklasifikasikan dan
melakukan wawancara serta membuat keputusan yang kredibel mengenai kinerja
assese dalam proses assessment. Sedangkan
assese adalah individu yang menjadi
peserta untuk dievaluasi kompetensi melalui test atau exercise dalam assessment center.
Asesmen ini menarik,
sebab berbeda dengan psikotes atau tes potensi akademik. Asesmen lebih melihat kepada sikap atau perilaku sehari-hari
sehingga tools yang dipakainya pun banyak berupa tugas-tugas permasalahan yang
biasa dihadapi ditempat kerja. Sedangkan, psikotes dan tes kemampuan akademik melihat
kecenderungan traits (sifat-sifat), motif, kemampuan, pengetahuan, dan seterusnya
sehingga tools yang dipakainya pun sangat baku menurut pola-pola tertentu
tergantung pada aspek-aspek apa yang ingin di lihat (Alif, A., 2013).
Asesmen center memiliki
tiga prinsip
1.Transparent, Prinsip ini mengacu pada penggunaan kriteria dan
proses yang jelas dalam pelaksanaan penilaian terhadap assessee.
2. Adil/ Fair, Prinsip ini mengacu
bahwa setiap assessee menjalani proses yang sama, begitu juga dalam hal
kriteria penilaian.
3. Accountable, Prinsip ini mengacu
bahwa pelaksanaan asesmen center menggunakan metode yang valid dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Karakteristik Asesmen Center
Assessment
dilakukan berdasarkan suatu acuan tertentu yang bersifat multikriteria. Perlunya
dilakukan job analisis terlebih dahulu untuk dapat menentukan perilaku yang
diharapkan muncul untuk memenuhi kompetensi yang telah ditentukan atas suatu pekerjaan,
Kompetensi meliputi tiga hal, yaitu pengetahuan dan keahlian, perilaku, dan motivasi
(motivation). Jadi dengan melakukan job analisis kita akan mengetahui apa
apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Menggunakan berbagai
tehnik atau multimethod,
multipleassessor/observer, multiple criteria, multiple input atau sumber, multiple peserta dan multiple instrument untuk mengungkap
Kompetensi yang menjadi persyaratan untuk menduduki suatu jabatan tertentu.
Multimethods yang
dimaksud adalah menggunakan kombinasi beberapa jenis teknik dan metode assessment.
Metode pokok yang digunakan dalam assessment center terutama berlandaskan
konsep latihan-latihan simulasi. Teknik-teknik pendukung lainnya yang digunakan
antara lain meliputi tes-tes psikologi, kuesioner, dan wawancara.
Multiple
assessor merupakan keterlibatan sekaligus sejumlah asesor dalam
sebuah proses assessment. Tujuannya
untuk mengoptimalkan obyektivitas penilaian serta menekan bias. Sedangkan
Multiple peserta merupakan kesertaan sejumlah assessee sekaligus di dalam
sebuah proses assessment.
Melakukan ORCE (Observation, Record, Classification and
Evaluation) atau observasi, merekam/mencatat, pengelompokan dan penilaian
dari group discussion, presentation
dan interview, dengan mencatat perilaku yang tampak dari peserta.
aktivitas dan tugas
utama seorang Asesor dalam proses asesmen
adalah melakukan pengamatan, pencatatan, penggolongan dan penilaian atau yang
lebih dikenal sebagai konsep ORCE (Observe,
Record, Classify, dan Evaluation).
Asesor
bertugas melakukan:
A. Observation/Pengamatan
yaitu mengamati perilaku para peserta selama menjalankan aktivitas-aktivitas
didalam Asesmen.
b. Recording/Merekam yaitu
proses membuat catatan tertulis mengenai perilaku peserta secara verbatim pada
waktu kejadiannya untuk dianalisa kemudian. Perilaku dalam hal ini meliputi
tindakan dan perkataan Assesse,yang
nantinya akan berfungsi sebagai bukti-bukti untuk kinerja dan kemampuan.
c. Classification/Penggolongan yaitu proses menggolongkan perilaku
yang diamati dan mencatat didalam berbagai dimensi kompetensi yang dapat diamati.
d. Evaluation/Menilai yaitu menilai kinerja para peserta pada tiap
dimensi kompetensi dengan memberikan
C. Validitas Teknik Asesmen center
mengapa menggunakan
metode Asesmen center dalam
pengelolaan sumber daya manusia?
metode Asesmen center dilakukan, antara lain:
a. Proses penilaian
yang didesain sedemikian rupa untuk mengurangi penyimpangan yang mungkin diakibatkan
unsur subjektivitas/ kekurangakuratan
b. Simulasi tes
merupakan materi yang mendekati realistik dengan disusun sedemikian rupa
mendekati fakta yang ada pada Target Job
c. Daya prediksi cukup
tinggi
d. Peserta mampu belajar mengenai diri (dari feedback dan proses)
e. Terkait dengan
beberapa dimensi pekerjaan (competencies)
f. Menggunakan berbagai
metode
g. Penilaian dilakukan
oleh beberapa asesor
h. Dapat digunakan
untuk berbagai tujuan
assessment
center memiliki validitas yang cukup tinggi dibandingkan
dengan metode penilaian lainnya seperti work sample test, ability tests, personality
tests, dan lain-lainnya
|
Teknik Pengukuran |
Validitas |
|
Assessment
Center (promotion) |
0,63 |
|
Work
Sample Test |
0,55 |
|
Ability
Test |
0,53 |
|
Personality
Test (combined) |
0,41 |
|
Researched
Bio-data |
0,38 |
|
Structured
Interviews |
0,31 |
|
Typical
Industry Interview |
0,15 |
|
References
|
0,13 |
|
|
|
1. Memperjelas standar kerja dan harapan yang ingin dicapai Dengan dilakukannya asesmen center, maka ketrampilan, pengetahuan, dan karakteristik yang dibutuhkan dalam pekerjaan menjadi dalam penilaian.
2. Alat seleksi,
penempatan, dan maping karyawan Dalam seleksi, penekanannya terutama ditujukan
untuk mengidentifikasi
3.Pengembangan karier Fokus
asesmen center adalah terutama untuk mengidentifikasi pegawai yang perilakunya
dianggap sesuai dengan kebutuhan suatu jabatan. perilaku calon yang ditunjukan
pada saat tes dilakukan dan mencocokannya dengan perilaku yang diperlukan
dengan pekerjaan / jabatan yang akan diisi.
keuntungan
/ manfaat bagi pengembangan individu, seperti.
a. Dapat bekerja pada
tempat yang sesuai dengan kompetensinya
b. Dapat mengoptimalkan
potensi diri
c. Dapat mengetahui
kebutuhan pengembangan dirinya berdasarkan fedback yang diterimanya.
Sedangkan
keuntungan bagi pengembang individu, antara lain meliputi.
a. Mendapatkan calon
pejabat sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan
b. Dapat mengembangkan
potensi pegawainya secara terus-menerus sehingga didapatkan kinerja yang lebih
baik.
c. Memperoleh kriteria
jabatan tertentu
d. Dapat dipergunakan
untuk mendiagnosa kebutuhan pelatihan dan pengembangan
e. Mengidentifikasi
kebutuhan pengembangan manajerial skill
f. Menyusun strategi
dan tindakan pengembangan yang tepat
4. Memaksimalkan
produktivitas Dengan dilakukannya Asesmen, maka didapati gambaran mengenai kompetensi
yang dimiliki oleh asesee, dimana organisasi tentunya mengharapkan mendapatkan
pekerja yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan kriteria.
5. Menyelaraskan
perilaku kerja dengan nilai-nilai organisasi Sebelum dilakukannya asesmen,
didahului oleh dilakukannya penyusunan model kompetensi dari suatu pekerjaan
dimana kompetensi tersebut salah satunya diturunkan dari visi dan misi sebuah
organisasi yang dapat mencerminkan nilai-nilai organisasi tersebut.
Proses Asesmen Center
1. Pra Asesmen Center Pada
tahapan ini, dapat dikatakan sebagai tahap persiapan untuk pelaksanaan asesmen
center. Persiapan yang dapat dilakukan terdiri dari beberapa tahapan atau aktivitas
yang harus dilakukan, meliputi:
a. Identifikasi kebutuhan
b. Analisis jabatan
c. Menentukan kompetensi dalam Standar Kompetensi Jabatan (SKJ)
d. Pembuatan dan pemilihan alat ukur, yang meliputi metode inventory,
metode simulasi (In Basket; Leaderless
Group Discussion; Management Role Play), metode assignment (Case Analysis & Presentation; Self Assessment),
metode wawancara (Behavioral Event Interview)
e. Persiapan dan
pemilihan asesor
f. Briefing kepada asesor
dan assessee
2. Pelaksanaan Asesmen Center Setelah tahap persiapan pada tahap pra asesmen
sudah selesai, maka proses selanjutnya adalah tahap pelaksanaan asesmen center.
Pada tahap ini, terdapat beberapa aktivitas yang dapat dilakukan, meliputi:
a. Observation, yaitu mengamati perilaku para peserta selama menjalankan aktivitas-aktivitas
didalam Asesmen.
b. Recording yaitu
proses membuat catatan tertulis mengenai perilaku peserta secara verbatim pada
waktu kejadiannya untuk dianalisa kemudian. Perilaku dalam hal ini meliputi
tindakan dan perkataan Assessee, yang nantinya akan berfungsi sebagai
bukti-bukti untuk kinerja dan kemampuan. Observasi maupun recording dilakukan
ketika pelaksanaan asesmen berlangsung yaitu pada saat simulasi ataupun tes
dilakukan oleh para assessee, dari awal sampai akhir pelaksanaan tersebut untuk
mendapatkan data-data pendukung dalam penilaian kelak.
3. Pasca Asesmen Center
merupakan proses
terakhir yang dilakukan dalam kegiatan asesmen center.
a. Melakukan scoring dari
setiap alat ukur secara individual Proses scoring merupakan suatu proses
pemberian penilaian akhir berupa data kuantitatif yang diperoleh dari
kesepakatan dua orang atau lebih assessor sebagai orang yang menilai.
b. Melaksanakan
integrasi data
merupakan media bagi
assessor untuk memfokuskan analisis assessor pada keseluruhan kinerja peserta
dibandingkan dengan kompetensi model, dan tidak jarang bagi para assesor
membutuhkan waktu yang lama dalam proses pengintegrasian data akhir dikarenakan
data-data yang diperoleh assesor satu dengan assesor lain mempunyai data yang
berbeda.
c. Menyusun laporan Assessment
Center secara individual
Semua hasil integrasi
data asesmen dari masing-masing assessee akan dipaparkan dalam sebuah laporan.
Laporan dapat berisi mengenai gambaran kompetensi yang dimiliki, kekuatan dan
kelemahan yang masih dimiliki serta keputusan akhir atas tujuan dari
pelaksanaan asesmen yang dilakukan.
F. Jenis-Jenis Tes/ Exercise/
Simulasi Dalam Asesmen Center
1. In Basket Exercise, Bentuk dari simulasi ini adalah kumpulan memo
atau dokumen kerja yang harus direspon oleh para respoden. Jenis ini mencakup
penyajian permasalahan manajemen dalam bentuk tertulis kepada peserta, dalam
bentuk serangkaian memo, surat-surat, laporan, dan panggilan telepon, dan lainnya
seperti yang mungkin dialami oleh suatu
jabatan tertentu. Peserta biasanya diberikan informasi latar belakang mengenai organisasi
dan diharuskan berperan sebagai seorang manajer dalam organisasi tersebut.
2. Group Discussion, sebuah proses dimana sebuah kelompok yang tidak
memiliki seorang
pemimpin mendiskusikan sebuah topik dengan diamati oleh assesor
(penilaipenilai).
3. Case Analysis, suatu kegiatan analisa yang diberikan kepada peserta
mengenai suatu kasus atau permasalahan yang dihadapi dan diminta untuk mencari
solusi penyelesaiannya. seperti: permasalahan prosedur kerja, customer, kompetitor,
dll
4. Presentation, peserta diminta untuk menyampaikan presentasi. Bahan
yang digunakan untuk presentasi ini adalah laporan yang telah ditulis peserta
dalam kegiatan case analysis.
5. Test of Creative Thingking, peserta diberi satu set pertanyaan yang
mencangkup berbagai situasi. Para peserta diminta untuk memberikan respon kreatif
untuk menangani situasi tersebut.
6. Behavioral Event Interview (BEI), merupakan suatu teknik wawancara terstruktur
yang dapat digunakan untuk menggali informasi detail dan mendalam dengan
mendeskripsikan tindakan-tindakan masa lampau
7. 360 Degress Interview, Pertanyaan akan
difokuskan pada kinerja dan integritas asesi.
8. Role Play, para peserta akan dihadapkan pada situasi tertentu, misalnya
berhadapan dengan bawahan yang bermasalah atau klien yang tidak kooperatif.
Peserta diminta untuk memainkan peran tersebut.
9. Personality Test, peserta diminta untuk mengisi kuesioner berupa
tes kepribadian, yang mengukur beragam tipe kepribadian, tingkat kecerdasan
emosi, minat untuk berprestasi dan lain-lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Alif, A.
2013. Assessment Centre: Kebutuhan Masa Depan Perusahaan. Diunduh dari https://abdaalif.wordpress.com/2013/11/26/assessment-center-kebutuhan-masadepan-perusahaan/
(pada tanggal 2 September 2018, pukul 09.29 WIB).
Edratna.
2008. Penggunaan Assessment Centre untuk Pengembangan SDM. Diunduh dari https://edratna.wordpress.com/2008/01/22/penggunaanassessment-center-untuk-pengembangan-sdm/
(pada tanggal 2 September 2018, pukul 22.19 WIB)
Rosihan, B
(dalam Yodhia). 2009. Pengertian dan Tahapan dalam Assessment Centre. Diunduh
dari http://rajapresentasi.com/2009/03/pengertian-assessmentcenter/ (pada tanggal 2 September 2018, pukul 09.29 WIB).
Rosihan, B
(dalam Yodhia). 2009. Pengertian dan Tahapan dalam Assessment
Centre. Diunduh dari http://rajapresentasi.com/2009/03/pengertian-assessmentcenter/
(pada tanggal 2 September 2018, pukul 09.29 WIB).
Syaiful F.
Prihadi. 2004. Assessment Centre, Identifikasi, Pengukuran, dan Pengembangan
Kompetensi, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Zilmahram, T. 2010. Assessment Center Sebagai Pratik Pengelolaan SDM Beretika. Diunduh
dari http://ironesyahumb.blogspot.com/2013/06/assessment-centersebagai-pratik.html
(pada tanggal pada 4.September 2018, pukul 21.50 WIB)
Comments
Post a Comment